LAMARAN PERNIKAHAN NAILA DAN PRANANDARU

Akhir Bulan oktober setelah dia datang untuk menghadiri wisuda ibunya, dia langsung kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan proyek pekerjaanya. Ketika dia berangkat, sayangnya aku tidak bisa ikut mengantarkan sampai stasiun bersama kedua orangtua dan satu orang adiknya karena aku sedang mengikuti ujian CPNS di Bandung.
Hari itu lumayan cerah dari pagi sampai sore, dan pada malam hari menjelang pulang dia berkata "aku ingin berkata sesuatu sama kamu" aku masih dijalan dan aku belum bisa ngobrol secara santai karena aku mengantuk. Jadi kita ngobrol dipagi harinya via telepon.

"aku mau ngobrol serius sama kamu" dan aku pun sedikit kaget ketika dia berbicara seperti itu.

"kita sudah 1.5 tahun berpacaran, orangtuaku semakin menua. Aku harusnya sedari dulu sadar, Aku sudah bekerja, aku sudah miliki kamu yang mau terima segala kelebihan dan juga apalagi kekurangan aku apalagi yang akan aku tunggu? Aku ingin melamarmu bun (dia selalu memanggil bun "bu Naila) sekitaran bulan desember aku pulang ke Karawang dan datang bersama kedua orangtuaku untuk menemuin orang tuamu."

Wah tidak aku sangka dia mengutarakan itu, karenan setahuku niat dia menikah adalah di usia 26/27 tahun.

"aku tidak ingin terlalu lama dan tidak ingin terlalu terburu-buru, aku sedang menabung untuk kita, acara kita dan kita kedepannya.  Bukan hanya untuk satu hari tapi untuk kehidupan kita setelah itu aku selalu pikirkan."

Aku bertanya kepadanya "kamu ingin melamarku karena siapa? Orangtuamu? "

"aku menginginkannya dan orangtuaku merestuinya, aku tahu itu semua yang terbaik untukku."

"Apakah kamu yakin akan melamarku? Banyak wanita yang lebih cantik, tinggi, baik dan lebih putih daripada aku"

"yakin sayangku, banyak wanita yang lebih dari kamu juga belum tentu bisa nerimain aku senerimanya kamu sama aku. Kamu wanita baik dan orang tuaku suka"

Hati wanita mana yang tidak senang mendengar kata-kata itu? Aku senyum senyum sepanjang telepon berlangsung.

Banyak rintangan, banyak halangan, banyak kejadian yang terjadi sebelum acara lamaran dilaksanakan.

Handphone yang hilang, kerjaan yang mendadak mengharuskan mengeluarkan uang pribadi terlebih dahulu dengan jumlah yang banyak.  Ahhh. ..dan masih ada yang lainnya.

Tapi alhamdulillah 30 Desember 2018 siang dia resmi melamarku dengan membawa keluarga besarnya dari Karawang dan Jakarta.

Alhamdulillah Lamaran berjalan lancar dan dengan suasana yang serius tapi menyenangkan karena ada sedikit becanda di dalamnya.

InsaAllah Beberapa bulan lagi pernikahanku akan segera dilaksanakan.
Tidak pernah menyangka kisah cinta yang pernah berakhir, ada orang lain yang masuk di dalamnya, orang terdahulu yang masuk, pekerjaan yang mengharuskan bertemu setengah tahun sekali, pertengkaran demi pertengkaran alhamdulillah bisa terlewati.

Semejak aku menerima lamarannya, kita bertambah sayang dan bertambah harmonis. Alhamdulillah 😇

Aku sedang menunggu hari pernikahanku, semoga lancar dan selalu bahagia dalam segala situasi 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARI PUTUS

HARI MENIKAH