HARI PUTUS

Waktu itu hari jum'at. tanggal 22 september 2017 pukul 14:43 kita resmi berpisah.
saya tidak tahu apa yang sedang saya rasakan ketika itu, marah?kesal?sedih? kecewa? IYA semuanya ada pada hari itu. Semua terjadi setelah saya mendapatkan pesan singkat dari wanita terdahulu partner saya, kata-katanya menyayat hati dan seketika pada waktu itu saya berkata "kita putus".

Tidak ada tangisan yang saya keluarkan pada saat itu, saya berusaha tegar dengan semua masalah yang tidak dapat saya ceritakan disini. karena aibnya biarlah menjadi urusannya. dan saya hanya bisa berucap kata pisah ketika itu.

Banyak teman menghibur, dan sampai pada suatu malam di hari yang sama setelah putus kami berniat bertemu untuk yang terkahir kalinya.
Senang rasanya bertemua dia (maklum kami jarang bertemu karena urusan kerjaan dan rumah kami yang lumayan jauh). dia tersenyum murung menyambutku di salah satu cafe di Karawang.

"kamu makan belum?" tanyaku
"belum, aku gak enak apa apa, aku gamau ngelakuin apa apa, aku gak nyangka kita harus beakhir begini"
aku diam memperhatikan dia yang bercerita seraya menangis
"aku tadi mau nabrak mobil pas dijalan pulang kerja, aku gak fokus bawa kendaraan"
"sudah ya, inisudah terjadi. Silahkan kamu kembali sama dia" jawabku
"maaf, sekalipun aku putus denganmu aku tidak akan kembali padanya"
"kenapa?"
"sudah aku tidak ingin membahas yang sekiranya tidak ada perbincangan tentang kita didalamnya"
"baiklah"

Saya tidak menyangka, lelaki sekuat dan setegas dia menangis dihadapanku. Lelaki yang terbiasa jadi pemimpin regu ketika SD itu tidak dapat menahan rasa sakit hatinya.
saya yang so tegar kala itu, akhirnya menangis dihadapan dia yang telah dahulu menangis. Dia menggenggam tanganku dan berkata "kita harus kuat ya?Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Kita tidak tahu sehabis ini akan ada kejadian apa, banyak berdoa saja ya".

Aku pulang dengan perasaan masih menyimpan rindu di dalam kecewa, Dia tak henti tersenyum ketika aku akan pulang. ya Tuhan....kenapa harus seperti ini? tanyaku dalam hati.
aku tidak pulang, aku menginap di salah satu rumah temanku di Telagasari, aku ingin ada teman agar aku tetap kuat pula tidak menangis.

Esok harinya adalah hari pertama aku masuk kuliah, iya aku berkuliah (lagi) di PGSD setelah lulus sebagai guru bahasa Inggris. Walau kami telah putus dia mengirim pesan singkat...

"semangat ya kuliah pertamanya"
"makasih ya" jawabku
"aku senang,kamu adalah calon ibu yang baik buat anak-anakumu nanti. senang sekali menimba ilmu. You'll never walk alone"
"makasih ya a, tapi aku masih sedih"
"iya aku paham, sama aku juga sedih, udah ya semangat kuliahnya, Nyai hebat, Nyai Pinter" (Nyai adalah panggilanku di rumah)
"iya"
"Jaga diri kamu disana ya, sesibuk apapun kamu jangan pernah berpikir buruk"
"iya a, kamu juga"

Hari demi hari pun berganti, dan kami bertemu disuatu hari untuk bertukar cerita di buku catatan yang biasa kami tulis jika bertemu. Tidak ada tangisan lagi di hari itu, dia sudah cukup tegar begitu pun aku.

Aku banyak menulis tentang wanita terdahulu nya dalam buku catatan, tentang rasa kecewaku dan rasa sayangku yang masih ada, dan dia yang bercerita banyak tentang kita, tentang masa-masa bahagia kita yang jangan sampai hilang hanya karena datangnya seorang makhluk asing di masa lalu.

beberapa hari, beberapa bulan ternyata kita masih bersama tanpa ada kata "balikan".

Aku pernah bertanya padanya,  lantas kita sekarang apa?

Dia menjawab "tidak ada yang berubah dari hubungan kita, masih tetap sama. Kamu kekasihku,  aku kekasihmu."

Pada saat ini saya masih bersamanya, aku kira hubungan kita usai, nyatanya kita berdua sudah saling sayang . Hubungan yang di ujung tanduk baik dengan sendirinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARI MENIKAH

LAMARAN PERNIKAHAN NAILA DAN PRANANDARU