LAMARAN PERNIKAHAN NAILA DAN PRANANDARU
Akhir Bulan oktober setelah dia datang untuk menghadiri wisuda ibunya, dia langsung kembali ke Jawa Timur untuk melanjutkan proyek pekerjaanya. Ketika dia berangkat, sayangnya aku tidak bisa ikut mengantarkan sampai stasiun bersama kedua orangtua dan satu orang adiknya karena aku sedang mengikuti ujian CPNS di Bandung. Hari itu lumayan cerah dari pagi sampai sore, dan pada malam hari menjelang pulang dia berkata "aku ingin berkata sesuatu sama kamu" aku masih dijalan dan aku belum bisa ngobrol secara santai karena aku mengantuk. Jadi kita ngobrol dipagi harinya via telepon. "aku mau ngobrol serius sama kamu" dan aku pun sedikit kaget ketika dia berbicara seperti itu. "kita sudah 1.5 tahun berpacaran, orangtuaku semakin menua. Aku harusnya sedari dulu sadar, Aku sudah bekerja, aku sudah miliki kamu yang mau terima segala kelebihan dan juga apalagi kekurangan aku apalagi yang akan aku tunggu? Aku ingin melamarmu bun (dia selalu memanggil bun "bu Naila) ...